Safari Ramadan Forkopimcam Karangpawitan: Merajut Silaturahmi di Desa Mekarsari
- desamekarsarigarut
- Feb 27
- 2 min read

Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa hangat pada malam Jumat, 26 Februari, saat Forkopimcam Karangpawitan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan berupa tarawih keliling di Masjid Al Muqoddimah, Kampung Pasiruncal RT 05 RW 02 Desa Mekarsari. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga sarat makna sosial dan pelayanan publik.
Dalam kegiatan tersebut, unsur kecamatan diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Karangpawitan, Bapak Taufik Buldani S.Pd. Kehadiran beliau menjadi simbol komitmen pemerintah kecamatan untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan administratif, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Acara diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah yang diikuti dengan khusyuk oleh seluruh hadirin.
Turut hadir dalam kegiatan ini Perangkat Desa, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muqoddimah, Ketua MUI Desa Mekarsari, anggota BPD, para Ketua RT dan RW, serta warga masyarakat yang hadir dengan antusias. Masjid tampak penuh, bukan hanya oleh jamaah, tetapi juga oleh semangat kebersamaan.
Usai tarawih, acara dilanjutkan dengan sesi tatap muka bersama dan sambutan dari Sekmat Karangpawitan. Dalam sambutannya, Bapak Taufik menyampaikan informasi penting terkait pelayanan administrasi kependudukan, khususnya pembuatan KTP yang dapat dilakukan secara gratis. Pesan ini disampaikan secara lugas agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan resmi dan terhindar dari praktik percaloan.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menggiatkan kembali siskamling dengan mengadakan ronda malam secara rutin. Menurutnya, keamanan lingkungan bukan semata tanggung jawab aparat, tetapi hasil kerja kolektif warga. Ibadah jalan, lingkungan aman.
Kegiatan tarawih keliling ini pun menjadi bukti bahwa masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga ruang dialog, edukasi, dan penguatan solidaritas sosial. Dari Karangpawitan, pesan kecil namun penting kembali ditegaskan: membangun masyarakat bisa dimulai dari sajadah dan silaturahmi.

Comments